Jakarta yang ku rindukan

Jakarta oh Jakarta

Kota yang dahulu hijau dengan rindangnya pohon, sejuk dengan udara bersih, indah tanpa modernisasi. Tentram tanpa ketidakadilan dan keegoisan penghuninya.

Yang kini berubah menjadi kota berjuta masalah didalamnya. Kontras dengan bermacam kemunafikan, tajam dengan ketidakadilan,pahit dengan aroma polusi, hina dengan menyimpangnya moral, perih dengan fenomena kekerasan disetiap sudut kota.

Setiap sudut kota yang disinggahi bukan rasa aman yang menyelimuti, namun  rasa was-was yang datang menghadang sanubari.

Tak lagi kudengar burung-burung bernyanyi, tak lagi kulihat kupu-kupu terbang melayang dengan keindahan sayapnya, tak lagi kulihat lincah tupai melompat antara pepohonan rindang  yang rapat.

Kerinduan kini berubah menjadi keputusasaan, kebencian, cacian, keluhan, keprihatinan, dan keegoisan.  yang secara tak sadar kita juga melakukannya. Secara tak sadar kita membunuh rasa cinta yang dahulu selalu tumbuh antar sesama,  membuang senyum ramah antar manusia.

Wahai para penghuni kota, Hanya kesadaran dalam diri dan kemauan untuk berubah yang dapat merubah semuanya.  karena perubahan itu berada ditangan kita sendiri, dan Alam pun mengikuti, dan Tuhan pun menyetujui. Semuanya Berawal dari kita Sendiri !

-SEKIAN-